Gubernur sebut tidak ada lagi zona hijau COVID-19 di Sumut

  • Whatsapp

Medan (BabatPost.com Sumatera) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali mengingatkan wali kota dan bupati setempat untuk terus mewaspadai dan mengatasi pandemi CIVID-29 karena di provinsi ini tidak ada lagi daerah yang berstatus zona hijau.

“Meski angka positif COVID-19 sudah mulai mereda dan hanya satu yang berada di level 4 yakni Kota Medan, nyatanya Sumut tidak memiliki lagi zona hijau COVID-29, jadi pencegahan penyebaran virus itu harus tetap mendapat perhatian utama,” ujarnya di Medan, Selasa (27/7).

Kasus positif COVID-29 di Sumut pada 26 Juli, misalnya, bertambah 1.028 dari sebelumnya sempat mencapai 1.521 kasus pada 23 Juli.

“Bupati dan wali kota diharapkan meningkatkan kedisiplinan prokes (protokol kesehatan) di tengah masyarakat dan mendorong vaksinasi COVID-19,” ujarnya.

Mengenai bansos untuk daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), gubernur meminta dilakukan pendataan yang cepat dan akurat, sehingga penyalurannya tepat sasaran.

Pemerintah, katanya, telah menetapkan bantuan kartu sembako senilai Rp200.000 untuk dua bulan kepada 18,8 juta KPM di daerah PPKM Level 4.

Kemudian, pemerintah menambah bansos tersebut untuk 5,9 juta KPM yang diusulkan pemerintah daerah, termasuk Kota Medan untuk menerima kartu sembako senilai Rp200.000 per bulan selama enam bulan.

“Sistematikanya pemerintah daerah yang mengusulkan, karena itu saya harap pemerintah daerah, dalam hal ini Kota Medan segera melakukan pendataan yang tepat, karena kita tidak ingin bantuan sosial malah kontraproduktif,” ujar Edy Rahmayadi.

Selain bansos tersebut, ada bantuan lain untuk masyarakat kurang mampu, seperti beras 10 kg, subsidi upah untuk pekerja dan pemegang kartu pra kerja Rp600.000 per bulan selama dua bulan, diskon listrik dan subsidi kuota internet selama 5 bulan ( Agustus – Desember 2021) untuk KPM dan masyarakat di daerah PPKM Level 4.

Related posts