Otak Pelaku Pembobol Apotek K-Nia Pharma Tertangkap

  • Whatsapp

Palembang, BabatPost.com – Pelaku pembobol Apotek K-Nia Pharma yang berada di Jalan Opi Raya depan Masjid Al Muhajirin OPI Kecamatan Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan dibobol maling, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 07.00 WIB, akhirnya tertangkap. Pelaku ternyata Ari Wijaya (27), yang tinggal di dekat Apotek K Nia.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan mengungkapkan, jika pelaku ditangkap polisi di di Tugu KB, Palembang, pada Minggu (25/7/2021) sore.

Read More

“Kita tangkap pelaku kemarin. Ini sebagai otak pencurian dimana pelaku bersama rekannya berinisial E sudah merencanakan pencurian ini. Pada malam hari rekan pelaku sudah membaca situasi Apotek dan pada pagi dini hari pelaku Ari yang mengeksekusi,” ujarnya kepada awak media, Senin ( 26/7/2021).

Dikatakannya, pelaku yang buron yang merupakan warga yang tinggal tak jauh dari lokasi Apotek. Barang bukti brangkas dan DVR dibuang pelaku di Danau OPI, untuk menghilangkan jejak.

“Dua jam kami mencari barang buktinya dengan cara menyelam di dasar danau. Dan barang bukti berhasil kami temukan brangkas dan DVR-nya,” jelasnya.

Atas tindakkan tersebut pelaku terjerat pasal 363 dengan ancaman penjara di atas lima tahun penjara. Sementara itu dari pengakuan pelaku, uang ia dapat Rp7.600.000.

“Uangnya kami bagi dua. Aku beli HP Xiomi,” kata Ari.

Seperti diberikan sebelumnya, dalam aksinya, pelaku membuka paksa brankas apotek yang berisikan uang senilai Rp30 juta.

Tidak hanya itu, menurut karyawan apotek, Indah Pratama (27) jika pelaku pencurian juga membawa kabur DVR (alat recorder CCTV apotek) sehingga sulit melihat rekaman CCTV.

“Kejadiannya itu pagi jam tujuh saat kami mau buka toko. Pas aku lihat ke dalam pintu belakang sudah dirusak brankas sudah tak ada dan DVR CCTV-nya sudah hilang,” ujar Indah saat ditemui di tempat, Minggu (25/7/2021).

Dikatakannya, selain membawa brankas, pelaku juga membawa kabur uang kas senilai Rp200.000 yang baru dimasukkan semalam, hand sinitizer, dan barang apotek lainnya. Total kerugian diperkirakan senilai Rp40 juta.

“Susu steril yang kami punya ikut berkurang. Terbukti satu kaleng susu steril yang dibuang di kontak sampah. Padahal semalam kami telah membuang sampah,” katanya.

Hingga kini dia dan owner Apotek sendiri telah membuat laporan ke petugas SPKT Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang. (**)

Related posts